Membuat RUBRIK untuk penilaian diskusi kelompok


Kita tentu sering menggunakan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran. Tujuan menggunakan metode ini adalah agar siswa dapat melatih kerjasama, mengemukakan pendapat dan tanggung jawab dalam kelompok. Untuk membantu siswa melaksanakan diskusi kelompok secara efektif, maka sebagai guru kita perlu memberikan petunjuk yang jelas. Oleh karena itu, membuat rubrik akan sangat membantu guru dalam penilaian hasil diskusi dan membantu siswa menentukan standar capaiannya. 

Keuntungannya bagi guru adalah guru dapat semakin objektif dan transparan dalam pemberian nilai hasil diskusi. Sementara bagi siswa, mereka dapat menentukan sendiri nilai hasil diskusi mereka. Misalnya, kalau ingin mendapat nilai 100 dalam diskusi apa saja yang harus mereka lakukan. Sebaliknya, mereka akan lebih menyadari kekurangan mereka di mana saat diskusi sehingga nilainya rendah.

Berikut saya sajikan contoh Rubrik untuk Diskusi Kelompok (Nilai = Jumlah Perolehan Skor x 100 / Total Skor Maksimal (12). Contoh: Jumlah perolehan skor kelompok adalah 10 x 100 = 1000/12 = 83


No
Kategori
4
3
2
1
1
Keterlibatan anggota kelompok
semua anggota terlibat dalam diskusi
sebagian besar anggota terlibat dalam diskusi dan sebagian kecil tidak
sebagian kecil terlibat dalam diskusi dan sebagian besar tidak
semua anggota tidak menunjukkan niat dan usaha untuk berdiskusi
2
Hasil diskusi
menjawab semua pertanyaan yang diberikan dengan tepat
menjawab sebagian besar pertanyaan yang diberikan dengan tepat, dan sebagian kecil tidak tepat
menjawab sebagian kecil pertanyaan yang diberikan dan sebagian besar tidak  tepat
sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diberikan secara tepat
3
Ketepatan waktu
selesai merumuskan dan mengirimkan hasil diskusi tepat pada waktunya atau lebih awal
5 menit terlambat merumuskan dan mengirimkan hasil diskusi
10 menit terlambat merumuskan dan mengirimkan hasil diskusi
15 menit terlambat merumuskan dan mengirimkan hasil diskusi

TIPS BELAJAR UNTUK GAYA BELAJAR VISUAL

Umumnya dikenal 3 jenis gaya belajar, yaitu VISUAL, AUDITORY, dan KINESTETIK. Sebagai guru tentu mengetahui gaya belajar siswa merupakan hal yang penting dan bermanfaat. Bayangkan, kalau anda bisa mengenal gaya belajar siswa! Pasti anda akan lebih mudah membantunya untuk memahami materi yang anda ajarkan. Bagaimana caranya mengetahui gaya belajar siswa? Perhatikan cara ia memperhatikan anda saat menjelaskan.



Pertama, VISUAL. Siswa ini akan selalu berusaha untuk melihat catatan di papan tulis atau di slide presentasi yang anda buat, lalu ia akan menulis di buku catatannya.

Kedua, AUDITORY. Siswa ini tidak akan selalu memandang anda atau tulisan di papan/slide presentasi. Ia berusaha mendengarkan anda tanpa harus menulis di buku catatan tentang materi yang anda jelaskan.

Ketiga, KINESTETIK. Siswa ini tidak bisa diam di tempat duduk. Ia cenderung mau mengganggu teman yang lain. Kalau anda memberikan materi yang dikemas dalam bentuk kuis atau game, maka siswa ini akan sangat aktif dan bersemangat

Nah, sekarang anda pasti mulai bisa mengidentifikasi siswa-siswa anda di kelas. Berikut tips sederhana yang bisa anda berikan kepada anak didik anda agar hasil belajar mereka lebih maksimal. Fokus kali ini adalah siswa dengan gaya belajar VISUAL.



Tipe Kepribadian Manusia-1 KOLERIS (TEORI HIPPOCRATES-GALENUS)

Guru perlu mengenal dan memahami tipe kepribadian siswa yang dididik agar proses pembelajaran di kelas dapat terlaksana dengan lancar dan tujuan pembelajaran tercapai. 

Umumnya dikenal 4 tipe kepribadian manusia, yaitu koleris, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Untuk membantu mengenal dan memahami tipe kepribadian siswa anda juga orang-orang di sekitar anda, simaklah video berikut dan terus ikuti updatenya...







Strategi "TANTANGAN BERNILAI"

CHALLENGE 


Adakalanya, siswa begitu malu untuk melakukan sesuatu yang sifatnya 'volunteer'. Penyebabnya adalah rasa malu di hadapan teman-teman sekelas. Misalnya, guru bertanya "ayo, siapa yang bisa membacakan puisi di depan kelas?" atau "siapa yang bisa memberikan kesimpulan dari pembelajaran kita hari ini?" 


Mungkin akan ada siswa yang melakukannya, tapi tidak semenarik kalau anda mengatakan begini, "saya akan memberikan "challenge", siapa yang menerima "challenge" ini, maka akan mendapatkan bonus nilai, seperti kalau ada nilainya yang masih kosong, maka bagian itu akan diisi nilai dari "challenge" yang dilakukan, sehingga ia tidak perlu mengerjakan tugas yang diberikan sebelumnya, atau kalau nilainya sudah lengkap, maka akan dipilih nilai mana yang paling rendah dan akan ditingkatkan."

Ketika anda mengatakan hal ini, anda akan melihat antusias siswa untuk melakukan apa yang anda harapkan. Agar "challenge" ini menarik, berikan saja kesempatan itu untuk 1-2 orang. Jangan banyak, supaya aktivitas seperti ini menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan siswa. 

Oke, Selamat Mencoba!!!


Pertanyaan, Semua Menulis!!


Pertanyaan, Semua Menulis!
Semua siswa di kelas, 1-2 menit.

Utarakan pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir, misalnya "Bagaimanakah meningkatkan disiplin di sekolah?" atau "Apa yang anda ketahui tentang legenda Tangkuban Perahu?" atau "Apa bedanya antara tindakan yang berani dan tindakan yang sia-sia?" atau "Bagaimana caranya melakukan penawaran di pasar?" atau "Bagaimana caranya kita meningkatkan motivasi belajar siswa?" Kemudian mintalah setiap siswa untuk memberikan tanggapan terhadap pertanyaan tersebut sambil menuliskannya.  

Bertanyalah dengan mantap, berharap semua siswa mengikuti arahan anda. Jangan terlalu dihiraukan jika ada yang tidak melakukan apa pun di awal. Percayakan pada arus dari tindakan tersebut yang pada akhirnya akan meraih perhatian semua siswa.  

Tips : Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat disesuai dengan materi pelajaran yang hendak anda ajarkan, agar dapat menjadi brainstorming di awal kegiatan pembelajaran anda.

PERASAAN DAN PERSIAPAN UNBK 2018

Saat simulasi UNBK 2018, beberapa siswa ditanya tentang perasaan mereka dan bagaimana persiapan mereka ikut UNBK nanti. Gugup, takut, tidak yakin bercampur semangat disertai usaha-usaha untuk belajar dengan giat!!




MENGATASI MASALAH KETIDAKDISIPLINAN SISWA

Ada saja masalah yang bisa muncul di kelas dan menghambat lancarnya proses belajar mengajar. Masalah yang paling sering dihadapi guru adalah siswa terlambat masuk kelas atau siswa terlambat mengumpulkan tugas yang telah diberikan. Terdapat berbagai macam strategi untuk mengatasi atau mengurangi terjadinya masalah itu. Bisa jadi tiap guru strateginya berbeda. Semoga sharing pengalaman guru berikut bisa membantu anda!

Motivation for Teachers

Profesi guru diakui sebagai profesi yang mulia. Tugas dan tanggung jawab yang diembannya begitu besar. Terkadang, guru menghadapi kesulitan dan tantangan, merasa jenuh dan tidak lagi berinovasi. Semoga motivasi berikut yang diberikan dari guru untuk guru, bermanfaat.

MEMBUAT KONTRAK BELAJAR


KONTRAK BELAJAR
Semua siswa di dalam kelas di awal semester, 15 menit.

Terlambat masuk kelas, tidak mengerjakan PR, mengganggu teman yang sedang belajar, tidak mengerjakan latihan soal, tidak terlibat dalam diskusi dan masih banyak lagi merupakan persoalan-persoalan yang terjadi di dalam kelas dan sering menyita perhatian guru yang bisa berdampak pada tidak tercapainya target pembelajaran di hari itu.

Belajar melalui KUIS

Kuis Google Form
Semua siswa di dalam kelas atau di luar kelas.


Teman-teman guru pasti sudah biasa memberikan kuis di akhir pembahasan untuk mengukur penguasaan materi dari para siswanya. Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat kuis. 

Diskusi Aktif

Menunggu itu membosankan. Anda pasti setuju dengan saya. Apalagi kalau di kelas saat diskusi kelompok, ada kelompok yang sudah selesai dan lainnya masih berdiskusi. Bayangkan kalau anda menjadi anggota dari siswa yang kelompoknya sudah selesai duluan dan harus menunggu kelompok yang lain. Wah, pasti anda akan bosan!! Strategi berikut layak dicoba di kelas anda!!

Diskusi Aktif
Seluruh siswa di kelas, waktu disesuaikan. 

Tanpa menunggu semua siswa di kelas siap, tanyakan, "siapa yang ingin membicarakan apa yang sudah didiskusikan oleh kamu dan temanmu?" Kemudian katakan sesuatu seperti, "kalau menurut saya begini..." Lanjutkan pembicaraan anda hanya selama kelas memperhatikan anda. Segera lanjutkan ke langkah berikutnya saat anda merasa ada siswa yang mulai jenuh. Rencana kegiatan ini adalah untuk menjaga agar pembelajaran aktif.
Selamat mencoba!!